December 6, 2018

Stephanus Tatok

Dalam rangka memenuhi linimasa rangkaian Pilketum SIC masa jabatan 2018-2020, izinkan saya menyampaikan visi dan misi SIC ke depan.

#STA4SIC

#SaatnyaTentukanArah

#saatnyatentukanarah

Visi : Menjadikan SIC sebagai media pemersatu penggemar dan pengguna kendaraan Daihatsu Sirion melalui organisasi yang solid, guyub, dan kondusif.

Bagaimana menciptakan hal tersebut?

Visi tersebut dapat diwujudkan apabila kita mempunyai misi yang cukup terukur dalam penentuan organisasi.

Misi : Menciptakan kondisi solid, guyub, dan kondusif dengan memperhatikan faktor2 kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di dalam organisasi.

Faktor-faktor tersebut adalah:

  1. Strength ( Kekuatan ). Apa sih kekuatan SIC? Internal : kita lihat dari antusias/minat pemilik Sirion (all type) untuk bergabung ke dalam SIC. Itu modal awal sustainability organisasi ini. Selain itu, totalitas anggota dalam pengembangan chapternya juga dirasakan sudah bagus. Eksternal : umur kendaraan yang relatif masih baru, generasi awal 2007 (encar.co.id), sampai dengan saat ini, masih membuka peluang berkembangnya organisasi ini. Selain itu, APM kita, PT Daihatsu Motor (ADM) masih eksis sampai dengan sekarang. Kondisi 2015 persentasi market share (pangsa pasar) ADM mencapai sebesar 40 persen dari total pasar mobil nasional atau kedua di Indonesia (www.beritasatu.com 07 Mei 2015) menunjukkan bahwa ADM masih cukup kuat untuk bertahan beberapa tahun ke depan, sehingga kelangsungan layanan purna jual atas kendaraan merk Daihatsu Sirion masih cukup terjamin.  Atas kekuatan ini, langkah yang dapat dijalankan adalah: Tetap mendorong minat pengguna dan penggemar Daihatsu Sirion untuk bergabung di dalam SIC. Mendorong chapter2 yang ada untuk mempertahankan kondisi solid, guyub, dan bersaudara dengan melakukan pertemuan rutin sukarela para anggotanya. Mendukung strategi pemasaran Daihatsu Sirion di Indonesia dengan melakukan acara2 yang dapat menunjukkan kehandalan Daihatsu Sirion.
  2. Weakness ( Kelemahan ). Sekarang kita bicara tentang kelemahan SIC. Internal : SIC eksis di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terdiri dari 34 provinsi, mulai dari Sabang sampai dengan Merauke. Hal ini menyulitkan secara demografis, karena kesempatan untuk bisa bertemu dalam 1 event besar yang dapat dihadiri oleh seluruh anggota (lengkap dengan kendaraannya) menjadi sangat kecil. Eksternal : produk Daihatsu Sirion (all type) merupakan produk re-branding dari produk Perodua di Malaysia. Hal ini mengakibatkan ketersediaan suku cadang tertentu atas kendaraan Daihatsu Sirion (all type) masih sangat tergantung pada pasokan suku cadang dimaksud dari Malaysia. Dampak lainnya adalah, ketergantungan / kelangkaan atas pasokan suku cadang dan pengenaan bea masuk impor atas suku cadang dari luar negeri tersebut menyebabkan cukup tingginya harga suku cadang tertentu di Indonesia. Untuk menangani kelemahan ini, langkah yang dapat dijalankan adalah: Menciptakan jaringan komunikasi yang kuat di antara chapter2 di seluruh Indonesia sehingga kebersamaan dan kekeluargaan antar anggota tetap dapat terjalin walaupun tidak dapat bertemu secara langsung. Membuka peluang berusaha bagi para anggota yang memiliki jalur penyediaan suku cadang tanpa harus memiliki ketergantungan pada Pemegang Merk Daihatsu.
  3. Opportunity ( Peluang ). Peluang apa yang dapat membuat SIC bertahan dalam beberapa tahun ke depan? Internal : keingintahuan anggota terkait tips dan trik memodifikasi kendaraan menjadi suatu peluang yang dapat mendukung kelangsungan hidup organisasi sebesar SIC. Selain itu rasa kekeluargaan dan persaudaraan yang terjalin pada chapter2 yang ada juga sangat berperan mendukung eksistensi SIC. Eksternal : hubungan yang selama ini telah terjalin dengan baik antara pengurus SIC terdahulu dengan Pemegang Merk Daihatsu merupakan peluang yang sangat kuat untuk tetap mempertahankan keberadaan SIC. Kedudukan SIC sebagai club pertama yang mewadahi penggemar dan pengguna kendaraan Sirion di Indonesia dan juga sebagai salah satu club binaan ADM memberikan peluang kepada SIC untuk dapat lebih berkembang di kemudian hari. Atas peluang ini, langkah yang dapat dijalankan adalah: Mendorong rekan2 anggota yang memiliki ketrampilan di bidang otomotif untuk terus menciptakan kreasi yang dapat disebarluaskan informasinya melalui seluruh jaringan informasi media sosial yang ada. Meneruskan hubungan baik yang telah ada antara pengurus SIC dengan Pemegang Merk Daihatsu di Indonesia melalui pendekatan formal dan informal.
  4. Threat ( Ancaman ). Apa kira-kira ancaman yang dapat melemahkan perkambangan organisasi kita, SIC. Internal : hampir sebagian besar anggota maupun pengurus SIC adalah mereka yang berprofesi sebagai pegawai, di mana keterikatan pada pekerjaan masih sangat tinggi, sehingga waktu untuk dapat berkecimpung dalam kegiatan organisasi dirasakan kurang. Selain itu, gap antar anggota dirasakan cukup lebar, di mana ada anggota yang sangat “pakar” dalam bidang pengetahuannya tentang kendaraan Daihatsu Sirion (all type) bahkan sampai level “sok tahu” dan “menggurui”, namun di lain sisi, banyak pula anggota yang merupakan wajah baru, dimana Daihatsu Sirion (all type) yang dimilikinya merupakan kendaraan pertama yang dimiliki. Hal ini dirasakan dapat menimbulkan ketidakharmonisan dalam perkembangan organisasi. Eksternal : saluran komunikasi yang kurang dikembangkan antara klub dan APM dalam kaitannya dengan beberapa hal (ketersediaan suku cadang, dukungan kegiatan) juga dirasakan tidak menguntungkan bagi perkembangan organisasi. Lifecycle kendaraan Daihatsu Sirion (all type), di mana saat ini sudah memasuki tahun ke-4 untuk generasi ke-2 juga berpotensi menghambat berkembangnya SIC. Kemungkinan besar, sesuai trend desain model kendaraan produksi Jepang maupun di bawah lisensinya, satu model hanya bertahan selama 5 tahun sebelum mengalami major change atau perubahan model secara keseluruhan. Hal yang paling logis terjadi adalah, peningkatan harga jual untuk model terbaru Daihatsu Sirion akan menurunkan minat pembeli terhadap produk Daihatsu Sirion. Atau hal lain yang lebih buruk bisa saja terjadi, yaitu tidak dilanjutkannya produksi Daihatsu Sirion untuk tahun- tahun mendatang, sehinggal kemungkinan bertambahnya anggota pemilik kendaraan Daihatsu Sirion menjadi kecil dan hanya berasal dari pemilik produk Daihatsu Sirion yang sudah terjual. Untuk mengatasi ancaman ini, langkah yang akan dijalankan adalah: Menciptakan SIC sebagai organisasi terbuka, yang dapat dipantau dan dijalani oleh para pengurusnya tanpa harus meninggalkan kewajiban utamanya sehari-hari. Menyingkirkan dan menghilangkan segala gangguan yang dirasakan dapat menimbulkan perpecahan di dalam internal organisasi SIC. Mengembangkan jalur informasi antara anggota, pengurus, dan Pemegang Merk Daihatsu terkait ketersediaan maupun usulan penyempurnaan dalam kaitannya dengan suku cadang dan fungsi serta kegunaannya.

salam,

Stephanus Tatok Arianto – SIC 189